Selasa, 23 Desember 2014

On 20.34 by Koko Tasik in    2 comments

Produk bordir Tasikmalaya sudah sejak lama terkenal, sasaran pasarnya bukan hanya sekedar pasar nasional, namun sudah sampai ke mancanegara. Bidang usaha kecil dan menengah cukup banyak menyerap tenaga kerja dengan investasi rata-rata yang relatif kecil. Bidang usaha bordir di Tasikmalaya tercatat dapat menyerap tidak kurang dari 31.325 orang yang tersebar pada 2.728 unit usaha.

Bordir memang sudah menjadi industri perdagangan di Tasikmalaya, bahkan sudah menjadi daya tarik wisata. Banyak wisatawan yang sengaja datang ke Tasikmalaya untuk melihat sekaligus berbelanja bordir. Wisatawan datang ke Tasikmalaya hampir selalu menyempatkan diri membeli oleh-oleh kain bordir selain membeli kerajinan anyaman Rajapolah atau sandal tarumpah produk Tasikmalaya.
Itu sebabnya, pasar bordir sekarang sudah begitu terbuka bahkan hingga ke mancanegara. Untuk dalam negeri saja, pangsa pasar bordir Tasik tersebar di seluruh Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Pontianak, Makasar bahkan menembus pasar ekspor. Negara yang menjadi pasar bordir Tasik di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Arab Saudi Mesir, dan negara-negara Timur tengah, Australia, Kanada, Prancis, Inggris, Jerman.

Meluasnya pasar bordir Tasikmalaya tidak terlepas dari harganya yang relatif murah, namun kualitasnya bagus dan dapat diandalkan.
Sukses bordir Tasikmalaya ternyata tidak lepas dari jasa seorang ibu. Menurut sejarah, industri bordir pertama kali tumbuh dan berkembang pada tahun 1925 di Desa Tanjung Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Salah seorang perintisnya adalah seorang wanita bernama Hj. Umayah binti H. Musa yang pada tahun sebelumnya bekerja di perusahaan kebangsaan Amerika, Singer. Hj. Umayah, setelah menguasai bidang bordir saat di Singer, ia keluar dan kembali ke kampung halaman untuk membuka usaha dengan menerima pesanan bordir baik dari Tasikmalaya maupun daerah lain seperti Jakarta. Selain membuka usaha, beliau juga memberikan ilmunya dengan cara mendidik keluarga, tetangga serta kerabat dekat dalam usaha bordir.

Karena dinilai mempunyai prospek yang menjanjikan, setelah Hj. Umayah wafat, usaha bordir ini diteruskan keluarganya antara lain Rosad, H. Sarbeni dan H. Zarkasie. Dari situlah usaha bordir berkembang cepat tidah hanya di Desa Kawalu saja, tetapi juga menyebar ke daerah lain, seperti Sukaraja, Tanjungjaya, Singaparna, Sukarame, Cibalong, Cikatomas dan daerah lainnya.
Setelah menyebar, perajin bordir tidak hanya menerima pesanan barang saja, tapi juga dikembangkan dengan cara dijual langsung di wilayah luar Tasikmalaya, seperti di Tanah Abang Jakarta, Tegal gubuk, Cirebon, dan solo serta Surabaya. Melalui para pengusaha itulah, nama bordir Tasikmalaya semakin Terkenal.
Terkenalnya bordir Tasikmalaya membuat warga berlomba-lomba untuk menggeluti usaha bordir. Itulah sebabnya orang sering berkata, kalau bordir adalah jenis usaha kecil yang berkeuntungan besar.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/.

2 komentar:

  1. Terimakasih Pa Haji atas posting ini ... Bagus artikelnya ...jadi nambah wawasan saya... saya bekerja membuat desain bordir busana muslim pria / Baju koko

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama pak. semoga bermanfaat

      Hapus